Kenali Seperti Apa Soal AKM dan Keunggulannya dibandingkan UN

By: Alef Indonesia 28 Jan 2022

Apakah Anda tahu seperti apa soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)? Banyak terjadi simpang siur dikarenakan guru belum familiar seperti apa model soal yang dibuat untuk AKM. Ini sebenarnya hal yang wajar. Pasalnya, sistem ujian yang satu ini baru diterapkan kurang lebih setahun yang lalu.

Tahun ini merupakan tahun kedua diterapkannya AKM. Itu artinya guru seharusnya sudah mendapatkan gambaran yang lebih jelas seperti apa soal AKM itu. Lebih baik lagi jika guru sudah bisa memberikan beragam contoh soal AKM, khususnya untuk siswa kelas VII yang tahun depan akan menghadapi AKM di kelas VIII nanti.

Tujuan Diberlakukannya AKM

Sebelum membahas lebih jauh tentang model soal di AKM, apakah Anda tahu mengapa UN atau Ujian Nasional diganti dengan AKM? Hal ini berawal dari pertanyaan apakah UN bisa digunakan untuk menilai kualitas siswa secara objektif? Pemerintah memberikan jawaban untuk menilai kualitas siswa secara objektif bukan dengan UN, melainkan dengan AKM. UN dinilai tidak bisa menjadi asesmen yang tepat untuk mengukur kualitas pendidikan nasional. UN kurang efektif dalam membantu memecahkan berbagai masalah yang timbul di dunia pendidikan, dikarenakan UN  hanya mengujikan beberapa pelajaran saja seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Sementara pelajaran yang lain tidak diujikan. Hal ini juga kurang adil untuk siswa-siswa yang mungkin mahir di mata pelajaran yang tidak diujikan di UN.

Berangkat dari situ, munculah sistem asesmen lain yaitu AKM. AKM singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum, artinya kita dapat mengetahui bahwa hal-hal yang diujikan adalah kompetensi minimum atau paling dasar. 

Maka dari itu, ada tiga aspek atau komponen yang diujikan pada AKM  yaitu literasi, numerasi, dan karakter. Literasi diujikan untuk mengetahui kemampuan membaca siswa. Kemampuan yang diuji bukan hanya sekedar apakah siswa bisa membaca tapi juga memahami dan mengkritisi bacaan yang mereka baca. Sementara itu, numerasi berbicara mengenai kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan matematika dalam berbagai konteks untuk memecahkan masalah, serta kemampuan siswa untuk menjelaskan kepada orang lain bagaimana menggunakan matematika. Yang tak kalah penting adalah karakter. Terdapat soal AKM yang menguji bagaimana karakter siswa, apakah sudah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional atau belum.

Dari sini dapat kita pahami bahwa tujuan utama AKM adalah untuk mengetahui kompetensi minimum yang dicapai oleh siswa. Di samping itu, ada tujuan lain yang jauh lebih penting, yaitu mengetahui kualitas pendidikan yang bisa siswa terapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya saja literasi.

 Keunggulan Soal AKM daripada UN Biasa 

Setidaknya ada tiga hal yang bisa memperjelas apa yang membedakan antara UN dengan AKM, juga sekaligus mempertegas keunggulan dari AKM.

  1. Bisa Digunakan untuk Mengukur Kemampuan Mata Pelajaran Lain

Memang yang diujikan hanya literasi, numerasi, dan juga karakter. Akan tetapi, hasil dari AKM ini juga bisa digunakan untuk menilai kemampuan siswa di mata pelajaran yang lain.  Hal ini dikarenakan topik di mata pelajaran lainnya juga dimasukkan ke dalam 3 aspek yang diujikan tersebut, baik pada aspek numerasi, literasi, atau karakter. Semua topik di mata pelajaran mulai dari kelas VII hingga kelas VIII bisa dimasukkan ke dalam soal AKM.

      2. Nilai AKM sebagai Evaluasi

Anda pasti tahu jika siswa tidak lulus UN, maka siswa tersebut tidak boleh naik ke jenjang pendidikan selanjutnya. Berbeda dengan AKM. AKM bukan penentu seperti UN. Nilai yang didapatkan setelah siswa mengikuti AKM akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Namanya bahan evaluasi, tentu ada yang disebut dengan perbaikan. Ketika siswa kurang bagus di nilai literasi, maka guru harus memberikan pembelajaran yang lebih baik lagi dalam mengoptimalkan kemampuan literasi siswa. Begitu juga dengan yang lain.

      3. Penilaian Karakter, Bukan Kognitif Saja 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada tiga materi yang diujikan. Salah satunya karakter. Hal ini yang paling membedakan antara soal AKM dengan UN. Di UN, soalnya hanya untuk menguji aspek kognitif siswa. Sementara pada soal AKM aspek karakter siswa juga diujikan.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan seperti apa soal AKM? Jadi, soal AKM seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai ujian saja, melainkan diterapkan dalam proses belajar mengajar. Artinya, Anda bisa mengajarkan pelajaran sesuai dengan tujuan utama dari AKM, yaitu meningkatkan kualitas literasi, numerasi, dan karakter siswa. Bukankah ini juga yang menjadi tujuan pendidikan nasional?

Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi tentang model dan contoh soal AKM, Anda bisa mengakses Platform Alef dari Alef Education. Platform Alef merupakan platform yang dibuat untuk memudahkan guru dalam mengajar mata pelajaran matematika MTs/SMP kelas 7. Di sisi lain, kelebihan platform ini juga bisa membuat siswa lebih senang belajar matematika karena didalamnya ada penjelasan detail setiap bab matematika dengan menggunakan video. Terdapat juga soal-soal yang dikemas dalam game interaktif yang bisa dikerjakan bersama siswa ketika belajar secara daring (online), maupun ketika mereka berada di rumah atau sekolah/madrasah secara luring (offline). Untuk mengakses Platform Alef sendiri caranya sangat mudah, Anda hanya cukup mendaftar di alef.co.id untuk mendapatkan kode akses dan bisa langsung digunakan untuk membuat akun guru, kemudian guru dapat mengundang siswa masuk ke Platform Alef dengan membagikan link kelas. 

Bagikan artikel ini

BACA ARTIKEL LAINNYA

Situs Penyedia Materi Video Pelajaran Matematika Kelas 7

Cara Mengajar Matematika agar Tidak Terjadi Learning Loss

8 Tips Mengajar Murid Selama Belajar di Rumah Secara Daring

Tips Cara Mengajar Himpunan yang Mudah dan Menyenangkan